SEAQIL Collaborates with ILFL Experts to Share Innovation on Digital Technology Enhanced ILFL Teaching Materials

 SEAQIL Collaborates with ILFL Experts to Share Innovation on Digital Technology Enhanced ILFL Teaching Materials

Jakarta, 28 September 2020—SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) conducted “SEAQIL Webinar Series on Language: Southeast Asia ILFL Teachers’ Talk Show on ILFL (Indonesian Language as a Foreign Language) Learning Materials” which was held from 1 to 3 September 2020. There were three themes pertaining with ILFL learning materials discussed in the webinar, i.e., the Philosophy of Distance Learning Education and Technology Enhanced ILFL Learning, the Development of ILFL Learning Materials and the Digitalisation of ILFL Learning Materials.

“After conducting the first webinar on Competency Standards of ILFL Teacher, SEAQIL realised that there have been critical issues on ILFL learning materials”, said SEAQIL Director, Dr Luh Anik Mayani. She added that the necessity to conduct follow-up actions has been taken into account by SEAQIL in order to tackle the emerging issues, one of which was to execute the second webinar on ILFL Learning Materials.

To provide ILFL teachers with a comprehensive information and knowledge on the practices of ILFL teaching, especially on the utilisation of technology enhanced learning, SEAQIL invited eleven ILFL experts/educators from the Ministry/Government Offices, Higher Educations and ILFL Community/APPBIPA (Association for the Teaching and Promotion of Indonesian as a Foreign Language/Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). One of the resource person from APPBIPA, Dr Liliana Muliastuti stated that CEFR can be used as one of standard language teaching in Southeast Asia Countries including ILFL teaching. However, she added, for ILFL, we (ILFL practitioners and the Government Offices) agreed to add one evaluation level that identified Indonesian culture as referred to UKBI (Indonesian Language Proficiency Test/Uji Kemahiran Bahasa Indonesia).

Furthermore, SEAQIL was grateful to receive almost six hundred applications of participation to the webinar. After comprehensive selection, SEAQIL has selected two hundred ILFL teachers from respectable institutions and universities worldwide, i.e., Australia, Azerbaijan, Bulgaria, Cambodia, Germany, Japan, Malaysia, Myanmar, Netherlands, Philippines, Saudi Arabia, Switzerland, Taiwan, Thailand, Timor-Leste, USA and Uzbekistan. To reach bigger audiences, then SEAQIL opened live streaming of the webinar via YouTube.

In the hope of acquiring insights, knowledge and valuable lessons in the area of ILFL teaching, Dr Luh Anik Mayani emphasized that the webinar spotlighted the crucial elements and factors on the development of ILFL learning materials vis-à-vis “windows shopping” for ILFL teachers. Aiming to create suitable, applicable, and on-target ILFL learning materials, the Centre realise the importance of competent and experienced ILFL experts’ ideas in strengthening as well as expanding the Centre networks that will, in the end, bring effects on the development of ILFL in Southeast Asian countries.

 


 

SEAQIL Berkolaborasi dengan Pakar BIPA untuk Berbagi Inovasi Teknologi Digital dalam Materi Pembelajaran BIPA

Jakarta, 28 September 2020—SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan “SEAQIL Webinar Series on Language: Bincang-Bincang Pengajar BIPA Se-Asia Tenggara tentang Materi Pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) yang dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 3 September 2020. Ada tiga tema yang berkaitan dengan materi pembelajaran BIPA dibahas dalam webinar tersebut, yaitu Filosofi Pendidikan Jarak Jauh/PJJ dan Teknologi dalam Pembelajaran BIPA, Pengembangan Materi Ajar BIPA dan Digitalisasi Bahan Ajar BIPA.

“Setelah webinar pertama tentang Standar Kompetensi Guru BIPA dilaksanakan, kami (SEAQIL) menyadari adanya isu krusial terkait materi pembelajaran BIPA”, ujar Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani. Beliau menambahkan, keharusan untuk melakukan tindak lanjut (terkait isu ini) telah diperhitungkan oleh SEAQIL untuk mengatasi permasalahan yang muncul, salah satunya dengan melaksanakan webinar kedua tentang Materi Pembelajaran BIPA.

Untuk membekali para guru BIPA dengan informasi dan pengetahuan yang komprehensif tentang praktik pengajaran BIPA, khususnya tentang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, SEAQIL mengundang sebelas pakar/pengajar BIPA dari Kementerian/Kantor Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Komunitas BIPA (Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing/APPBIPA). Salah satu narasumber dari APPBIPA, Dr. Liliana Muliastuti menyampaikan bahwa CEFR (The Common European Framework of Reference for Languages/ Kerangka Acuan Umum Eropa untuk Bahasa) dapat digunakan sebagai salah satu standar pengajaran bahasa di negara-negara Asia Tenggara termasuk pengajaran BIPA. Namun, tambahnya, untuk BIPA, kami (praktisi BIPA dan Pemerintah) sepakat untuk menambahkan satu level evaluasi yang mengidentifikasi budaya Indonesia yang mengacu pada UKBI (Tes Kemahiran Bahasa Indonesia).

Selain itu, SEAQIL berterima kasih karena telah menerima hampir 600 aplikasi partisipasi dalam webinar. Setelah proses seleksi menyeluruh, SEAQIL telah memilih 200 guru BIPA dari institusi dan universitas terkemuka di seluruh dunia, yaitu Amerika Serikat, Arab Saudi, Australia, Azerbaijan, Belanda, Bulgaria, Filipina, Jerman, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Jepang, Swiss, Taiwan, Thailand, Timor-Leste, dan Uzbekistan. Untuk menjangkau lebih banyak audiens, SEAQIL membuka live streaming webinar tersebut melalui YouTube.

Dengan harapan memperoleh wawasan, pengetahuan, dan pelajaran berharga di bidang pengajaran BIPA, Dr. Luh Anik Mayani menekankan bahwa webinar kali ini menyoroti elemen dan faktor penting dalam pengembangan materi pembelajaran BIPA terkait dengan “windows shopping” untuk pegajar BIPA. Dengan tujuan untuk menciptakan materi pembelajaran BIPA yang sesuai, aplikatif, dan tepat sasaran, SEAQIL menyadari pentingnya ide-ide para ahli BIPA yang kompeten dan berpengalaman dalam memperkuat serta memperluas jejaring SEAQIL yang pada akhirnya akan berdampak pada perkembangan BIPA di negara-negara Asia Tenggara.

Web News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *