Siaran Pers: SEAQIL Luncurkan Klub Literasi Sekolah

trilogo

.

Siaran Pers
Jakarta, 18 Februari 2021 

 SEAQIL luncurkan Klub Literasi Sekolah

Sekretaris Jenderal Kemendikbud (Prof. Ainun Na’im, Ph.D.) bersama Direktur SEAQIL (Dr. Luh Anik Mayani) meluncurkan program Klub Literasi Sekolah (KLS) pada Kamis [18/02]. KLS merupakan terobosan yang digagas oleh SEAQIL dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, khususnya dalam pemajuan literasi di Indonesia melalui sinergi dari berbagai pihak, yakni unit-unit Kemendikbud, perguruan tinggi, dinas pendidikan provinsi, perpustakaan nasional, sekolah, pegiat literasi, media massa, dan intitusi lain yang relevan dengan KLS. KLS melibatkan 307 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi yang akan mendampingi siswa-siswi sekolah menengah/sederajat yang berada di bawah naungan dinas pendidikan di 12 provinsi di Indonesia.

Prof. Ainun Na’im, Ph.D. menegaskan bahwa KLS sinergis dengan strategi dan program Kemendikbud, yaitu Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, di mana dalam konsep, strategi, dan program tersebut memerlukan sinergi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun mahasiswa. Ainun Na’im menyampaikan peghargaan dan terima kasih kepada SEAQIL yang telah bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Al Azar Indonesia, dan universitas lainnya untuk menyelenggarakan KLS. Ainun Na’im kemudian secara resmi meluncurkan program KLS yang ditandai dengan pemutaran video.

KLS merupakan wadah bagi siswa untuk berekspresi dan mengaktualisasi penggunaan bahasa asing dalam konteks kehidupan nyata. KLS juga dapat menjadi alternatif bagi sekolah maupun siswa dalam menunjang kegiatan ekstrakurikuler alternatif siswa selama pandemi Covid-19. Secara detail, KLS diharapkan dapat mengintegrasikan tercapainya beberapa tujuan, yaitu (1) meningkatkan budaya literasi baca-tulis/tutur siswa; (2) meningkatkan kemampuan 4C siswa yang dituntut pada abad ke-21, yaitu berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikatif; (3) mengasah kemampuan siswa berbahasa asing; (4) mendukung kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka; serta (5) memperluas jejaring kemitraan.

KLS akan dilaksanakan dalam satu siklus yang berdurasi tiga bulan. Siswa anggota KLS akan didampingi guru dan mahasiswa dalam melakukan berbagai aktivitas literasi, seperti membaca satu buku atau menghasilkan suatu karya dengan tema tertentu (karya sastra, pertunjukan seni, karya jurnalistik, poster, dan karya relevan lainnya). Melalui program ini, sekolah akan berperan aktif dalam membentuk KLS; komunitas literasi dan media massa akan berperan aktif dalam melatih mahasiswa menjadi instruktur/pendamping KLS; perguruan tinggi dan mahasiswa akan berperan aktif menjadi pendamping/instruktur KLS; siswa tentu akan berperan aktif dalam meningkatkan minat dan literasi baca-tulis/tutur mereka; sedangkan SEAQIL akan berperan aktif menjadi koordinator dan fasilitator kegiatan KLS.

Dalam implementasinya, KLS akan melibatkan mahasiswa sebagai pendamping. Setelah melalui proses seleksi dan mekanisme pelaksanaan pelatihan bagi pelatih, SEAQIL meluluskan 307 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi sebagai mahasiswa pendamping KLS, penggerak literasi di sekolah.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani menyatakan, “Sekolah yang telah terdaftar dan siap melaksanakan program KLS ini berjumlah 69 sekolah menengah/sederajat yang berada di bawah naungan dinas pendidikan di 12 provinsi di Indonesia: Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.”

Lebih lanjut, KLS mendapatkan sambutan yang sangat baik dari Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H.M. Solehuddin, M.Pd., M.A. Solehuddin menyampaikan bahwa KLS sangat penting dan besar dampaknya bagi kemajuan bangsa, khususnya terkait dengan pengembangan SDM. Menurut Solehuddin, KLS perlu didukung oleh semua pihak dan bahwa KLS sebagai upaya Merdeka Belajar ini dapat bersinergi dengan kebijakan Kampus Merdeka, yaitu dengan melibatkan civitas akademika, khususnya mahasiswa sebagai pendamping/ penggerak KLS.

Melalui KLS, SEAQIL berharap, tema abstrak literasi, kecakapan abad ke-21, dan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka terealisasi dalam sebuah kegiatan konkret (berbasis karya) melalui pelibatan berbagai pemangku kepentingan, yaitu sekolah, guru, siswa, mahasiswa, komunitas literasi, media massa, dan lain-lain. SEAQIL mengajak semua pihak untuk senantiasa bergandeng tangan meningkatkan kualitas pedidikan Indonesia melalui pemajuan literasi menuju Indonesia Emas 2045.

Narahubung:
Masrur Ridwan (+62) 8587-5063-937
Divisi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
SEAMEO QITEP in Language
Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan, Jakarta 12640
INDONESIA

Telepon: 021 78884106
Pos-el: ppr@qiteplanguage.org
Laman: qitepinlanguage.org

Twitter: QITEPinLanguage
Instagram: qitepinlanguage
Facebook: qiteplanguage
YouTube: SEAMEO QITEP in Language

\\\\

1Sekretaris Jenderal Kemendibud, Prof. Ainun Na’im, Ph.D. (kiri atas); Plt. Kepala BKHM, Ir. Hendarman, M.Sc. Ph.D. (tengah atas); Direktur SEAQIL,  Dr. Luh Anik Mayani (kanan atas); Rektor UPI  (kiri bawah); dan DDA SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto, M.Si.(tengah bawah); Wanda Dewi Dewayanti, mahasiswa pendamping KLS, Wanda Dewi Dewayanti (kanan bawah) dan para akademisi dan praktisi dalam peluncuran KLS, Kamis [18/02]

.

2Foto bersama para pemangku kepentingan, akademisi, praktisi, pegiat, guru, dan mahasiswa yang terlibat dalam Klub Literasi Sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *