SEAQIL ajak guru dan mahasiswa melek literasi hak cipta

.WhatsApp Image 2021-05-05 at 20.00.44

Klub Literasi Sekolah (KLS) gagasan SEAQIL telah memberikan pengaruh positif pembiasaan aktivitas literasi siswa dalam menghasilkan karya seni dan sastra. Menimbang pentingnya unsur hak cipta dalam karya yang dihasilkan siswa, SEAQIL memfasilitasi guru dan mahasiswa (pendamping aktivitas literasi siswa) memperdalam wawasan mengenai Hak atas Kekayaan Intelektual pada Selasa [4/5]. SEAQIL menghadirkan Agung Damarsasongko (Subdirektorat Pelayanan Hukum dan Lembaga Manajemen Kolektif, Kemenkumhan) dan Harsa Wahyu Ramadhan (Creative Commons Indonesia).

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, berharap bahwa webinar ini dapat memberikan pemahaman bagi guru dan mahasiswa pendamping mengenai pelindungan hak cipta karya intelektual dibidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. Luh Anik menambahkan guru dan mahasiswa pendamping KLS juga harus memahami dan memanfaatkan lisensi Creative Commons untuk memberikan pelindungan hukum terkait karya kreatif yang dihasilkan siswa. Wawasan tersebut, menurut Luh Anik, dapat memberikan pengetahuan baru bagi guru dan mahasiswa dalam hal mengapresiasi karya siswa dalam berliterasi.

Dalam kesempatan ini, Luh Anik juga menerangkan mengenai hasil survei awal pelaksanaan KLS yang memuat analisis pembiasaan literasi siswa, opini guru mengenai KLS, serta contoh publikasi produk KLS. Dari hasil survei tersebut, Luh Anik menggambarkan bagaimana KLS mempunyai dampak yang positif dalam meningkatkan pembiasaan literasi siswa yang dilihat dari jumlah buku/artikel yang di baca, jumlah karya yang dihasilkan, serta frekuensi kunjungan ke perpustakaan.

Sejalan dengan dampak positif KLS, Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto, turut menyampaikan gagasan mengenai strategi peningkatan literasi melalui sistem terintegrasi (Merdeka Literasi Indonesia). Misbah menjelaskan bahwa gagasan “Merdeka Literasi” dapat mendorong lahirnya regulasi berkaitan dengan literasi. Upaya ini, lanjut Misbah, tentu sejalan dengan program literasi yang dikembangkan oleh SEAQIL, khususnya terkait literasi baca dan tulis/literasi dasar. Pada akhirnya, Misbah menjelaskan bahwa sistem terintegrasi menjadi penting dalam pemajuan literasi di Indonesia, selain adanya solusi melalui kerja sama kelembagaan, peningkatan pendanaan, dan kegiatan literasi sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *